Menjaring Talenta Muda, Mengangkat Potensi Wisata, Budaya, dan Ekraf melalui Pemilihan Mas Mbak Duta Wisata Kab. Rembang Tahun 2026
Generasi muda memiliki peran penting dalam memperkenalkan potensi pariwisata dan kebudayaan daerah kepada masyarakat luas. Semangat tersebut diwujudkan melalui Pemilihan Mas Mbak Duta Wisata Kabupaten Rembang Tahun 2026, ajang pencarian generasi muda berwawasan, kreatif, dan peduli terhadap pengembangan pariwisata, kebudayaan, serta ekonomi kreatif daerah.
Kabupaten Rembang memiliki beragam potensi unggulan, mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, hingga kuliner dan ekonomi kreatif. Untuk mendukung promosi potensi tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang menyelenggarakan Pemilihan Mas Mbak Rembang sebagai wadah pengembangan kapasitas generasi muda sekaligus menjaring figur yang mampu menjadi representasi daerah.
Rangkaian kegiatan berlangsung melalui pendaftaran pada 15 Juni–27 Juli 2026, seleksi Top 10 pada 30 Juli 2026, pra-karantina pada 1–30 Agustus 2026, karantina pada 3–4 September 2026, dan Grand Final pada 5 September 2026. Seluruh tahapan dilaksanakan di lingkungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang, meliputi Sanggar Budaya, Ruang Video Conference, Ruang Audio Visual, dan Pendopo Museum RA Kartini.
Kegiatan ini diikuti oleh 68 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Rembang. Melalui seleksi yang menilai kepribadian, wawasan, komunikasi, serta pengetahuan pariwisata dan kebudayaan, terpilih 10 finalis Mas dan 10 finalis Mbak. Para finalis TOP 10 Mas Mbak Rembang Tahun 2026 (Iqtada Da'i Baar, Tatta Fatimahtul Jannah, Danang Sunu Hariyadi, Maulidya Fairuz Naila, Marcellinus Valen, Devina Aulia Sandi, Muhammad Gilbran Aprilio, Sri Puja Nailatul Ulfah, Muhammad Lutfi Fastabiqul Khoirot, Windy Aulya Putri, Muhammad Fahim Ilmy, Safinatun Najah, Muhammad Guruh Pangestu, Hanun Zaizafun Nasywaa, Agung Alim Musthofa, Siti Rohaninda Fauziah, Yosua Ferdio Galih Nugraha, Nihel Alya Salsabila, Muhammad Faris Nur Fajri, Dzakiya Laura Netisa Putri) kemudian mengikuti pembekalan mengenai public speaking, kepribadian, kepariwisataan, kebudayaan, etika dan keprotokolan, serta penampilan. Penilaian juga meliputi Video Promosi Pariwisata, Tourism Project, uji bakat, psikotes, dan preliminary.
Puncak kegiatan berlangsung melalui Malam Grand Final pada 5 September 2026. Para finalis TOP 10 Mas Mbak Rembang mengikuti penilaian speech untuk menentukan Top 6 Mas dan Mbak oleh dewan juri Drs. H. Edi Winarno, M.Pd., M.Hum.; Estu Budi Winarni, S.Pd.; dan dr. Sekar Henganing Ayu. Tahapan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk menentukan para pemenang.
Pada kategori Mas, Muhammad Guruh P. dari SMA Negeri 1 Pamotan meraih Juara I, Marcellinus Valen dari SMA Negeri 1 Rembang meraih Juara II, dan Iqtada Da'i Baar dari kategori umum meraih Juara III. Juara Harapan I, II, dan III masing-masing diraih oleh Danang Sunu Hariyadi dari SMA Negeri 2 Rembang, Yosua Ferdio Galih N. dari SMA Negeri 1 Pamotan, dan Muhammad Fahim Ilmy dari SMA Negeri 1 Kragan.
Pada kategori Mbak, Dzakiya Laura Netisa P. dari SMA Negeri 3 Rembang meraih Juara I, Maulidya Fairuz Naila dari SMA Negeri 1 Sulang meraih Juara II, dan Hanun Zaizafun N. dari SMA Negeri 2 Rembang meraih Juara III. Sementara itu, Juara Harapan I diraih Siti Rohaninda Fauziah dari kategori umum, Juara Harapan II oleh Sri Puja Nailatul Ulfah dari SMA Negeri 1 Lasem, dan Juara Harapan III oleh Nihel Alya Salsabila dari kategori umum.
Para pemenang memperoleh uang pembinaan sebesar Rp2.000.000 untuk Juara I, Rp1.500.000 untuk Juara II, Rp1.000.000 untuk Juara III, serta masing-masing Rp750.000, Rp500.000, dan Rp300.000 bagi Juara Harapan I, II, dan III.
Melalui kegiatan ini, para pemenang diharapkan mampu menjadi pelopor promosi pariwisata, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif Kabupaten Rembang. Pemilihan Mas Mbak Rembang 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga langkah untuk mendorong generasi muda berkontribusi aktif dalam memperkenalkan potensi daerah.
Mas Mbak Rembang 2026: generasi muda berkarya, budaya terjaga, pariwisata semakin dikenal dunia.