Rembangan Fest dan Festival Unen-Unen, Harmoni Kreativitas dan Pelestarian Budaya Rembang
Merawat budaya tidak hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga menghadirkan ruang agar seni terus tumbuh dan berkembang bersama generasi masa kini. Semangat inilah yang diwujudkan melalui kegiatan Pentas Seni dan Hiburan Rakyat Kabupaten Rembang yang dikemas dalam dua agenda, yaitu Rembangan Fest 2026 dan Festival Unen-Unen Kabupaten Rembang. Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang dalam memperluas ruang ekspresi seniman, mendorong kreativitas generasi muda, serta mengenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan Rembangan Fest 2026 menghadirkan perpaduan edukasi budaya, seni tradisional, dan hiburan rakyat. Kegiatan diawali dengan Workshop Dolanan Anak yang diikuti oleh 100 siswa/siswi dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 5 Rembang, serta MTs Mu’alimin Mu’alimat Rembang. Dalam kegiatan ini, peserta diajak mempraktikkan pembuatan wayang damen sebagai sarana mengenalkan permainan tradisional sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap warisan budaya.
Suasana seni berlanjut melalui penampilan Karawitan Bocah “Sekar Laras” dari Sekar Arum, Sumber, serta Live Mural oleh seniman Om Beki yang memperlihatkan proses penciptaan karya seni rupa secara langsung. Memasuki sesi malam, panggung Rembangan Fest semakin meriah dengan pertunjukan Barongan Sanggar Seni Baraloka dari Kecamatan Sumber, musik keroncong, penampilan Falden, serta hiburan komedi dari Jolang. Acara dipandu oleh Duta Wisata Rembang 2025, Mbak Aulia dan Mas Gaisan, dengan keterlibatan Ikatan Mas & Mbak Rembang serta finalis 12 Besar Duta Wisata Rembang 2026.
Semangat untuk menghadirkan seni yang dekat dengan masyarakat kemudian berlanjut melalui Festival Unen-Unen Kabupaten Rembang yang diselenggarakan pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 14.00–22.00 WIB di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang. Jika Rembangan Fest memadukan edukasi budaya dengan pertunjukan seni dan hiburan rakyat, Festival Unen-Unen memperluas ruang apresiasi melalui kolaborasi berbagai ekspresi seni dan tradisi.
Festival ini menghadirkan beragam pertunjukan, meliputi Geguritan, Unen-Unen, Renggel, Barongan Ndas Papat, Barongsai Trimurti, serta Liang-Liong. Selain itu, terdapat Workshop Mewarnai Tanah Gerak dan aktivitas Nyicip Kopi Lelet yang lekat dengan keseharian masyarakat Rembang. Ragam kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi seniman dan komunitas untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan ekspresi budaya kepada masyarakat lintas generasi.
Kehadiran Rembangan Fest dan Festival Unen-Unen menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pembelajaran tradisi sejak dini hingga kolaborasi seni yang menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat. Kedua kegiatan ini saling melengkapi dalam menciptakan ruang apresiasi, memperkuat keterlibatan generasi muda, serta mendukung keberlangsungan seni dan budaya lokal.
Melalui Pentas Seni dan Hiburan Rakyat, Kabupaten Rembang terus mendorong agar warisan budaya tidak hanya dikenal sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat masa kini. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat identitas daerah, mendukung keberadaan seniman lokal, dan turut mengembangkan potensi pariwisata berbasis budaya.
Dari tradisi hingga inovasi, Rembang terus berkarya, merawat budaya, dan mewariskan kebanggaan kepada generasi mendatang.